Selasa, 29 November 2016

Panduan Membaca Catatan Miftah Wibowo

Setelah mengetahui riwayat Miftah Wibowo dan inspirasinya menulis. Sekarang waktunya Pembaca yang budiman untuk sejenak Blogwalking, melihat dan mengetahui menu yang disajikan dalam blog ini. Supaya pembaca tahu jenis kategori yang disediakan dan mudah dalam memilih tulisan. Ulasan ini saya buat sebagai panduan menyusuri semak belukar Catatan ini, supaya pembaca nantinya tidak tersandung, tersesat kehilangan arah jalan pulang maupun jatuh hati tiba-tiba kepada penulisnya 😆😆😆

Beberapa kawan sesama Blogger yang tulisannya cukup bermanfaat, berbobot dan renyah bahasanya, kurang memperhatikan sisi kerapihan dan estetika tampilan blognya. Dengan membiarkan tata letaknya semerawut, bahkan postingannya tanpa kategori dan main menu. Ini jelas sangat menyulitkan para pembaca yang datang dalam memilih bacaan yang diinginkan. Bahkan iklan peninggi badan - saya yakin-  enggan untuk numpang iklan maupun sekedar mampir di blognya. 

Saya jadi ingat wasiat guru IT di Aliayah dulu -Cak Novi-  yang memberi pesan saat saya pertama kali baru nge-blog. Dia berwasiat bahwa selain kuwalitas tulisan yang perlu diperhatikan, tampilan blog yang rapi juga turut membantu meningkatkan perfoma dan kenyamanan pembaca. Tentu, kesan pertama sangat menentukan dan harus mampu memikat pembaca. Syukur, bila sang pembaca mampir lagi, menjadi pelanggan setia dan bisa sharing satu sama lain. Namun jika tampilan blognya berantakan dan penuh sarang laba-laba, ini jelas akan membuat pembaca dan tamu yang datang kurang nyaman. Apabila dimisalkan, blog yang kurang rapi itu seperti restoran tanpa menu pilihan. Ini akan membuat bingung orang yang pertama kali datang dalam memilih makanan yang diinginkan. 

Selain tampilan yang perlu diperhatikan, menulis secara berkala dan rutin juga menjadi jamu ampuh untuk menyegarkan blog itu sendiri. Kegiatan yang banyak bukan menjadi alasan yang dibenarkan untuk absen dari menulis. Justru dari banyaknya kegiatan yang dikuti, muncul banyak inspirasi dan ide untuk menulis suatu tema yang nantinya bisa bermanfaat untuk orang lain. Apalagi jika Anda sekalian termasuk seorang santri, pelajar maupun mahasiswa yang punya tanggung jawab akademis melanjutkan estafet keilmuan. Menulis bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kewajiban dan amanah yang harus diemban. Karena jika sering menulis, secara otomatis kita akan mendapatkan dua keuntungan. Pertama; tulisan kita akan semakin rapih susunan bahasanya dan kedua; kita akan menemukan gaya tulisan yang menjadi ciri khas kita dengan sendirinya. 
Berikut adalah pandauan daftar menu yang disediakan dalam blog ini :


1. Beranda
Di beranda ini kita bisa berkenalan dulu dengan penulis, menu tulisan apa yang disuguhkan hingga bernostalgia dengan kehidupan ala Santri di Pesantren. 
-Tentang Penulis; berisi profil Miftah Wibowo dan inspirasinya menulis. 
-Menu Blog; Meliputi berbagai menu yang disediakan atau bahasa mudahnya navigasi dalam mengarungi rimba catatan ini wkwkwk
-Dunia Santri;  Sub menu ini berisi link yang akan mengantarkan anda kepada Catatan Miftah Wibowo ketika sedang mondok di Ponpes Al Hikmah 2, Benda, Brebes – Jawa Tengah.


2. Mahasiswa
Menu ini seperti namanya, saya dedikasikan untuk merekam kegiatan akdemis saya di kuliah maupun yang berkaitan dengannya. Ada 4 sub menu yang disediakan, antara lain:

-Kuliah; di label ini, para pembaca akan saya ajak belajar bersama menyelami khazanah sejarah, peradaban dan budaya Islam. Semua tulisan merupakan ringkasan dari kuliah yang saya dapat di Kampus. Kebetulan saya memilih prodi yang tak banyak pelajar Mahasiswa Indonesia –Bahkan Mahasiwa Asing- berminat disana. Namanya Prodi Sejarah Peradaban Islam (قسم التاريخ و الحضارة الإسلامية). selain itu, ada satu prodi lagi yang masih bersaudara dan satu fakultas adalah Prodi Sastra (قسم الأدب) atau lebih dikenal dengan Syu'bah Ammah. Prodi yang pertama jumlah orang Indonesia sangat sedikit, tapi prodi yang terakhir  memiliki cukup banyak mahasisiwa dari Indonesia. Keduanya masih berada di bawah naugan Fakultas Bahasa Arab, Universitas Al Azhar. Jika dibandingan dengan Fak, Ushuludin dan Syariah Islamiyah, jumlah mahasiswa Indonesia di Fak. Bahasa Arab bisa dibilang masih sedikit. Banyak Mahasiswa beranggapan bahwa Fakultas Bahasa Arab merupakan  Fakultas tersulit di Al Azhar. Apalagi jika ditambah masuk ke prodi sejarah yang kita perlu banyak belajar istilah dan perbendaharaan kata dari disiplin ilmu baru, -plus- dengan bahasa Arab. Nyeseknya lagi, ternyata masih banyak mahasiswa Indonesia di Mesir atau jamaknya kita sebut Masisir, yang belum tahu kalau di Al Azhar ada prodi ini. Selanjutnya tentang Prodi ini akan saya jelaskan ditulisan mendatang.

-Talaqi; Nah kalau tadi isinya serba serbi kampus, sekarang kita masuk ke dunia pengajian. Di label Talaqi, pembaca akan disuguhi ringkasan pengajian dari serambi masjid Al Azhar,  Madiyafah dan tempat majlis ilmu lainnya. Sebagai gambaran umum, -Talaqi- merupakan istilah yang dipakai oleh Mahasantri Al Azhar untuk kegiatan pengajian yang ada di Masjid Al Azhar maupun tempat sekitarnya yang diisi oleh Para Ulama Al Azhar. Untuk metodenya, Al Azhar menggunakan metode –sorogan- yang jamak digunakan oleh Santri di Nusantara. Dimana seorang guru membaca kitab yang dikaji, lalu di akhir pengajian para murid diberi kesempatan bertanya dan berdiskusi beberapa hal yang belum dipahami. Satu hal yang istimewa dari Al Azhar, jika sebuah kitab selesai dikaji maka sang Guru akan memberikan ijazah berupa sanad keilmuan. Sanad ini berisi silsilah dari mana ia menimba ilmu tersebut hingga sanadnya bersambung kepada pengarang kitab. Lalu dalam beberapa sanad diteruskan sampai ke Rasulullah. Pemberian Sanad sangat penting untuk menjaga amanah keilmuwan, apalagi di zaman sekarang dimana hoax tentang Islam merajalela dan dikonsumsi seperti air mineral bersianida; terlihat menyegarkan tapi beracun. Dengan sanad, kita bisa melihat kuwalitas dan keabsahan ilmu seseorang, serta dari sumber mana dia menimbanya. Dari sini kita akan bisa menyaring dan mengetahui, mana orang yang benar-benar Ulama atau hanya mengaku sebagai Ulama. 

-Kajian; Selain rutinitas kuliah dan mengaji di serambi Al Azhar, Masisir (Masyarakat Indonesia di Mesir) juga memiliki cukup banyak kajian yang berasal dari organisasi afiliatif masing-masing. Mulai dari tema Ushul Fiqh, bahtsul Masail, Kajian Pemikiran Islam, Al Quran dan disiplin Ilmunya, Kajian Hadits, Kajian Ekonomi Islam, kajian Sejarah Peradaban, Kajian Seni dan Musik hingga Safari budaya serta kajian sejarah lapangan yang dilakukan oleh kawan-kawan Kupretist du Caire. Tak hanya sampai ranah retorika saja, geliat kelilmuan Masisir mampu menunjukan kontribusinya dengan menerbitkan bulletin, majalah, jurnal hingga buku dari kajian yang diadakan. Sayangnya, beberapa kajian banyak yang belum mengarsipkan filenya secara rapid an professional, sehingga banyak file yang hilang ditelan waktu. Disini penulis ingin berbagi beberapa paper yang saya dapat dari kajian yang pernah dan sedang saya ikuti, antara lain; kajian Sejarah Rasulullah dengan buku yang dikaji Fiqh Sirah karya Almarhum Syekh Said Ramadhan Al Bouthy, lalu ada kajian pemikiran Lakpesdam di PCI NU Kairo dan kajian Risalah Nur di AKdemia Asadudin Syirkuh.

-Catatn Akhir Pekan; catatan ini mengulas tentang beberapa isu penting yang perlu dibedah. Selain itu catatan ini juga berisi ringkasan kegiatan selama seminggu dan akan terbit setiap jumat pagi.


3. Jelajah
Seperti namanya, dalam label ini pembaca akan menemukan berbagai macam tulisan yang berkaitan dengan perjalanan Miftah Wibowo dalam menyusuri jejak Sejarah Peradaban Manusia, baik di Mesir maupun di tempat lain. Ada beberapa genre yang ditawarkan, antara lain:

-Sejarah; jelajah dengan label ini akan mengulas lebih banyak ranah sejarahnya. Mulai dari sisi arsitekturnya, sisi profil pembangunya hingga sosial buadaya di zaman itu. Label ini sangat cocok bagi kawan-kawan yang ingin meneliti Sejarah dan Peradaban Islma lebih dalam.

-Religi; Jelajah yang satu ini berisi perjalanan dalam mengungkap profil para Sahabat Rasulullah, Ahlul Bait, Para Ulama Zaman hingga tokoh berpengaruh lainnya. Label ini saya tunjukan bagi kawan-kawan yang gemar berziarah ke makam para Aulia di Mesir maupun di luar Mesir.

-Backpacker; seperti namanya, labil ini akan menyajikan berbagai tulisan tentang petualangan yang dilakukan secara Backpack maupun travel. Mengungkap destinasi wisata menarik yang jamak dikunjungi turis serta ke tempat-tempat tersembunyi yang tak pernah anda banyangkan sebelumnya. Singkat kata, label ini sangat cocok buat pembaca yang hobi traveling ala tas gendong.

-Kuliner; Tidak kalah dengan kemaknyusan Pak Dhe Bondan, catatan ini menyajikan pembaca berbagai kekayaan kuliner dan budaya pangan masyarakat Timur Tengah dan Sekitarnya. Tulisan ini akan membahas tentang sejarah asal mula makanan tersebut, bahan yang dipakai, cara memasak –Kalau sempat- hingga tempat rekomendasi dan beberapa tips untuk menikmati kuliner tersebut. Pepatah juga mengatakan, “Kita adalah apa yang kita makan”. Yang berarti berbagai makanan yang masuk kedalam tubuh kita akan banyak mempengaruhi psikologi dan kesehatan kita. Jadi memperhatikan jenis makanan dan bahan yang digunakan merupakan hal wajib bagi seseorang. 


4. Kabar
Seperti namanya, menu ini menhadirkan kabar terhangat seputar Mesir dan Timur Tengah. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa kawasan Timur Tengah merupakan kawasan yang  rentan terhadap gejolak politik. Timur Tengah merupakan tempat lahir dari tiga Agama Samawi yang memiliki penganut terbanyak di muka bumi. Selain itu letaknya yang sangat strategis di persimpangan tiga benua; Asia, Afrika dan Eropa, ditambah tanahnya yang kaya akan SDA berupa minyak dan gas. Menjadikan banyak negara yang menaruh kepentingan dan mencoba menancapkan pengaruhnya di kawasan ini. Bhakan tak jarang menjadi medan pertempuran tak berkesudahan bagi Negara Adidaya, seperti yang terjadi pada Saudara kita di Iraq, Libya, Yaman dan terakhir Syiria yang masih dalam masa perang. Beberapa tulisan merupakan hasii pengamatan penulis yang kebetulan mendapat kesempatan mengunjungi daerah tersebut maupun bertemu dengan koresponden dari daerah tersebut. Kemudian dianalisa dengan data lapangan yang dikomparasikan dengan surat kabar dari media Timur Tengah dan lainnya. Ada dua kategori dalam label ini, yaitu Mesir dan Timur Tengah.

5. Kolom Sastra
Label ini berisi tulisan yang berkaitan dengan sastra, baik berupa puisi, prosa, cerita pendek maupun jenis lainnya. Saya sendiri sangat gemar mengkonsumsi tulisan sastra dari beberapa penulis Arab seperti Mustafa Manfaluthi, Naguib Mahfudz dan Syair-syair dari Ahmad Syauqi. Label ini hanya sepojok tempat untuk mengekspresikan rasa cinta terhadap sastra, bukan rasa yang pernah ada #Loh :D

6. Buku
Di menu ini pembaca akan menemukan berbagai resensi dari buku-buku popular, baik berbahasa Indonesia, Arab maupun Inggris. Saya sendiri termasuk bookholic yang tidak bisa menahan diri kalau ada buku bagus. Dalam pandangan saya yang penting saya beli dulu, membaca bisa kapan saja. Hasilnya, buku menumpuk di kamar dan ini yang menjadi perhatian utama serta menguras tenaga cukup banyak jika ada pindahan rumah. Mesir memang surga bagi para pecinta buku, setiap pojok kota Kairo berjejalan toko buku. Selalu ada buku baru yang terbit setiap minggunya. Namun yang menjadi tanda tanya, walaupun penulis buku begitu banyak dan harga bukunya sangat terjangkau bila dibanding Indonesia. Ternyata dalam masalah buta huruf Mesir memiliki banyak penduduk yang tidak bisa baca tulis.

7. Fotografi
Menu ini menyajikan beberapa foto hasil jepretan pribadi. Saya sangat kagum dengan foto yang bisa bercerita. Oleh karenanya saya dedikasikan menu ini untuk berbagi di dunia fotografi. Saya mulai belajar menggunakan kamera besar di kairo. Waktu itu saya mendapatkan Beasiswa kursus Fotografi dari Komunitas IPSC (Indonesian Photographer Society in Cairo) yang waktu itu diampu langsung oleh Mas Amran Hamdani. Beliau adalah murid langsung dari Cak Faiz –Pendiri IPSC- yang dulu pernah belajar fotografi di sekolah punya Canon. Walaupun sampai saat ini saya belum usai di kelas HI karena belum memiliki kamera sendiri, dalam lubuk hati saya harus menuntaskan kursusu ini. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Mas Amran Hamdani, The Cakers dan seluruh Guru-Kawan IPSC yang membimbing dan mengajari saya bagaimana menagkap cahaya dan kenangan.

Para Blogger dan Pembaca budiman, saya ucapkan terima kasih banyak karena telah membaca panduan ini sampai akhir. Semoga coretan yang saya buat sedikit banyak bisa bermanfaat. Selamat ber-blogwalking dan Selamat membaca 




Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar

Sahabat Blogger Miftah Wibowo